AD dan ART Takmir Masjid

13 Oktober 2026 · Institut Manajemen Masjid

Dokumentasi IMMASJID

Jama’ah di sekitar Masjid bersatu dalam suatu wadah organisasi yang disebut dengan Ta’mir Masjid. Organisasi kemasjidan ini harus memiliki aturan main berorganisasi agar dapat mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Aturan yang paling penting untuk dimiliki adalah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Tiap Ta’mir Masjid perlu memiliki AD dan ART sebagai konstitusi organisasi, yang menjadi acuan kerangka dasar bagi jama’ah dalam mengelola aktivitas kemasjidan. Bagi Ta’mir Masjid yang sudah memiliki AD dan ART, sebaiknya melakukan pengukuhan atau penyempurnaan konstitusi organisasi tersebut dalam forum Musyawarah Jama’ah yang diselenggarakan.

ANGGARAN DASAR

Beberapa pasal yang perlu diperhatikan dalam AD di antaranya adalah: muqaddimah, nama, waktu, tempat kedudukan, asas, tujuan, usaha, visi, misi, fungsi, peran, tugas, keanggotaan, struktur organisasi, perbendaharaan, aturan tambahan dan pengesahan.

Dokumentasi IMMASJID

1.   Muqaddimah

Memiliki nilai-nilai filosofi dasar Islam, hubungan makhluq dan Khaliq-nya, pengabdian kepada Allah subhanahu wa ta’ala, misi kemanusiaan, ukhuwah, kebersamaan, semangat dan perjuangan serta deklarasi. Dipilih kalimat yang filosofis, kental dengan nuansa Islam dan memiliki ghirah islamiyah yang kuat.

2.    Nama

Dipilih nama yang baik, indah, bermakna, memiliki korelasi dengan nama Masjid dan mewakili aspirasi jama’ah. Sebagaimana kita ketahui bahwa nama bukanlah hanya sekedar kata-kata tiada arti, tetapi memiliki harapan atau bahkan doa yang disimbolkan.

3.   Waktu

Menunjukkan berapa lama Ta’mir Masjid tersebut diwujudkan secara formal dan dijaga eksistensinya. Sebaiknya dicantumkan tanggal didirikan baik Hijriyah maupun Miladiyah dan untuk waktu yang lama sekali atau tidak ditentukan batasnya.

4.   Tempat kedudukan

Menunjukkan lokasi Masjid dan kantor sekretariatnya. Merupakan alamat lengkap yang terdiri dari nama jalan dan kota domisili.

5.   Asas

Menyebutkan asas Islam yang bersumber pada Al Quraan dan As Sunnah. Sebagai esensi dan komitmen keimanan dan perjuangan jama’ah. Asas merupakan ideologi dan dasar perjuangan organisasi Ta’mir Masjid dalam usaha mencapai tujuannya.

6. Tujuan

Tujuan puncak (ultimate goal) organisasi disesuaikan dengan kehendak Allah dalam menciptakan manusia, yaitu untuk  mengabdi  kepada-Nya,  sebagaimana tersebut dalam (QS 51:56, Adz Dzaariyaat). Diupayakan redaksinya simpel, mudah diingat, dihafal dan memiliki nilai perjuangan.

7.   Usaha

Dirumuskan tindakan dan bidang-bidang yang akan ditangani. Merupakan manifestasi aktivitas yang akan dilaksanakan oleh Ta’mir Masjid. Sebaiknya disesuikan dengan kemauan, kebutuhan dan kemampuan jama’ah setelah itu dapat dilakukan pengembangan atau diversifikasi usaha yang lain.

8.   Visi

Memberi gambaran eksistensi sekarang dan masa depan. Sebaiknya singkat, padat, jelas, konsepsi pemikirannya luas, mudah dimengerti dan dipahami. Visi Ta’mir Masjid harus aktual sekarang maupun masa datang, memiliki nilai kompetitif, dan realistis. Karena itu, sebaiknya bersifat jangka panjang.

9.    Misi

Misi merupakan alur utama perjuangan mencapai tujuan yang diperlukan untuk membuat visi menjadi suatu realita. Seluruh aktivitas organisasi dilakukan dalam rangka mencapai misi yang telah ditetapkan. Pernyataan misi seharusnya pendek, jelas dan lengkap.

10.  Fungsi, Peran dan Tugas

Merupakan fungsi, peran dan tugas Ta’mir Masjid yang memiliki korelasi dengan Islam dan umatnya. Harus dirumuskan dengan jelas dan mudah disosialisasikan kepada jama’ah.

11.  Keanggotaan

Jama’ah Masjid dan kriterianya. Jama’ah adalah warga muslim dan keluarganya yang berdomisili di sekitar Masjid. Kriterianya diatur lebih detail dalam Anggaran Rumah Tangga.

12.  Struktur Organisasi

Menunjukkan lembaga kekuasaan, kepemimpinan dan kepengurusan berkaitan dengan wewenang dan tanggungjawab serta amanah organisasi. Lembaga kekuasaan tertinggi harus dimiliki oleh jama’ah, bukan seseorang atau sekelompok orang tertentu.

13. Perbendaharaan

Menunjukkan kekayaan Tamir Masjid dan cara-cara memperolehnya. Perbendaharaan diperoleh dengan cara yang halal dan tidak mempengaruhi independensi organisasi.

14.       Perubahan AD dan Pembubaran Organisasi

Menunjukkan lembaga yang berwenang untuk merubah dan membubarkan organisasi. Kekuasan jama’ah dalam Musyawarah Jama’ah adalah merupakan forum tertinggi.

15. Aturan Tambahan

Diatur dalam konstitusi organisasi atau peraturan  yang lainnya selama tidak bertentangan dengan AD. Beberapa pasal bisa diperjelas secara detail dalam ART dan  Pedoman Dasar Organisasi (PDO).

16. Pengesahan

Menunjukkan acara, waktu dan tempat pengesahan. Sebaikya disebutkan forum pengesahan, tanggal Hijriyah dan Miladiyah serta alamat jalan lengkap dengan kotanya. Diikuti dengan penandatanganan pengesahan oleh representasi jama’ah. Pengesahan merupakan bukti legal berlakunya AD bagi organisasi.

ANGGARAN RUMAH TANGGA

Beberapa masalah AD dapat diperjelas dalam ART Ta’mir Masjid, seperti misalnya: keanggotaan, organisasi, wewenang dan tanggung jawab, identitas, aturan tambahan dan pengesahan.

1.   Keanggotaan

Memperjelas kriteria jamaah dan syarat-syarat keanggotaannya, yang selanjutnya diiringi dengan uraian tentang status, hak dan kewajiban jama’ah dalam organisasi.

2.   Organisasi

Menerangkan tentang lembaga tertinggi dalam organisasi yang disebut dengan Musyawarah Jama’ah dan kriteria jama’ah yang menjadi pesertanya. Demikian pula struktur badan Pengurus dan formasinya dapat diperjelas. Pemilihan dan pengesahan Pengurus perlu dicantumkan untuk mengantisipasi legalitas kepemimpinan organisasi.

3.   Wewenang dan tanggung jawab

Merumuskan wewenang dan tanggungjawab Pengurus Ta’mir Masjid sebagai pelaksana aktifitas organisasi. Penjelasan yang  agak detail sangat diperlukan agar Pengurus tidak canggung dalam menjalankan roda organisasi.

4.   Identitas

Meskipun akan diatur dalam peraturan tersendiri sebaiknya identitas organisasi dinyatakan dalam ART mengingat simbol-simbol organisasi yang dipergunakan dalam aktivitas Ta’mir Masjid.

5.   Aturan tambahan

Hampir sama dengan AD, hal-hal yang belum diatur dapat dibuat dalam peraturan tersendiri yang merupakan tafsir atau derivasi dari ART, misalnya dalam PDO, instruksi kerja dan format-format isian.

Berikut ini, contoh AD dan ART Ta’mir Masjid yang seharusnya dihasilkan dari suatu Musyawarah Jama’ah.


ANGGARAN DASAR TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”

PERUMAHAN GRIYA MUSLIM, MADANI

M U Q A D D I M A H

Sesungguhnya  Allah  subhanahu wa ta’ala telah  mewahyukan  Islam sebagai  agama yang haq, sempurna dan diridlai-Nya serta merupakan rahmat  bagi  seluruh alam. Dia  telah  menciptakan  manusia dalam  bentuk yang sebaik-baiknya untuk menjadi  khalifah-Nya  di bumi, agar memakmurkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Kehidupan  yang sesuai dengan  fithrah manusia  adalah  kehidupan yang cenderung kepada kebenaran yang akan  mengantarkan  manusia pada kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Yang akan mampu menghadirkan karya-karya  kemanusiaan berupa amal  shalih  dalam rangka  mengabdi  kepada Allah  dan  mengharap   keridlaan-Nya semata.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat dengan  memperhatikan kebahagiaan hidup  di dunia dalam tatanan  masyarakat  adil  dan makmur yang diridlai Allah subhanahu wa ta’ala dan dengan keyakinan bahwa tujuan  itu hanya  dapat  dicapai  dengan pertolongan, taufiq  dan hidayah-Nya,  kemudian diikuti dengan usaha-usaha yang terencana, teratur, terus menerus dan  penuh kebijaksanaan, maka dengan nama Allah,  kami  sebagian umat  Islam  berhimpun diri dalam organisasi (jam’iyah) dengan  Anggaran  Dasar   sebagai berikut:

BAB I

NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal  1. Nama

Organisasi  ini  bernama Ta’mir Masjid “Al Kautsar” atau disingkat TMK”.

Pasal  2. Waktu

Organisasi  ini  didirikan  di  kota Madani pada tanggal 1 Muharram 1416 Hijriyah bertepatan dengan  tanggal   31 Mei 1995 Miladiyah, untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pasal  3. Tempat Kedudukan

Organisasi  ini berkedudukan di Masjid  “Al Kautsar”, Jl. Mangga Besar No. 1, Perumahan Griya Muslim, Madani.

BAB II

ASAS, TUJUAN DAN USAHA

Pasal  4. Asas

Organisasi ini berasaskan Islam yang berpedoman kepada Al Quraan dan As Sunnah.

Pasal  5. Tujuan

Terbinanya umat Islam yang beriman, berilmu dan beramal  shalih dalam rangka  mengabdi  kepada Allah untuk mencapai keridlaan-Nya.

Pasal  6. Usaha

  1. Melakukan  ‘amar ma’ruf nahi munkar  untuk  mengajak  manusia ke jalan yang benar.
  2. Menyelenggarakan aktivitas yang bernafaskan Islam di bidang da’wah, sosial, ekonomi dan pendidikan.

BAB III

VISI DAN MISI

Pasal  7. Visi

Menuju Islam yang kaffah.

Pasal  8. Misi

  1. Menjadikan Masjid sebagai tempat untuk beribadah kepada Allah semata dan sebagai pusat kebudayaan Islam.
  2. Mengisi abad kebangkitan Islam dengan aktivitas yang islami.
  3. Membina jama’ah Masjid “Al Kautsar” menjadi pribadi muslim yang bertaqwa.
  4. Menuju masyarakat islami yang sejahtera dan diridlai Allah subhanahu wa ta’ala.

BAB IV

PERAN, FUNGSI DAN TUGAS

Pasal  9. Peran

Organisasi ini berperan sebagai sumber daya pembinaan umat Islam.

Pasal  10. Fungsi

Organisasi  ini berfungsi sebagai alat perjuangan Islam dan umatnya.

Pasal  11. Tugas

Organisasi ini bertugas untuk menegakkan syi’ar Islam.

BAB IV

KEANGGOTAAN, STRUKTUR ORGANISASI DAN PERBENDAHARAAN

Pasal 12. Keanggotaan

  1. Anggota Ta’mir Masjid “Al Kautsar” adalah Jama’ah Masjid “Al Kautsar”, yaitu warga muslim di lingkungan Masjid “Al Kautsar”, Perumahan Griya Muslim, Madani. Selanjutnya disebut anggota atau jama’ah.
  2. Setiap Jama’ah memiliki hak dan kewajiban yang sama, namun berbeda dalam fungsinya.

Pasal 13. Struktur Organisasi

  1. Kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Jama’ah Masjid  “Al Kautsar”.
  2. Kepemimpinan organisasi dilaksanakan oleh  Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. Selanjutnya dapat disebut dengan Pengurus.
  3. Kepemimpinan adalah amanah organisasi yang diemban Pengurus dan harus  dipertanggungjawabkan kepada jama’ah dalam Musyawarah Jama’ah.
  4. Ketua Umum Pengurus dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah.
  5. Anggota Pengurus dipilih dan dilantik oleh Ketua Umum dalam acara Serah Terima Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”.
  6. Untuk mengarahkan dan mengawasi aktivitas kepengurusan dibentuk Majelis Syura.
  7. Ketua Umum dan Anggota Majelis Syura dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah.

Pasal 14. Perbendaharaan

Kekayaan Ta’mir Masjid “Al Kautsar” diperoleh  dari usaha-usaha   dan  sumbangan  yang  halal   dan   tidak mengikat.

BAB V

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 15. Perubahan Anggaran Dasar

Perubahan  dan  penjelasan  Anggaran  Dasar  organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Jama’ah.

Pasal 16. Pembubaran Organisasi

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Jama’ah.

BAB VI

ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 17. Aturan Tambahan

Hal-hal  yang belum diatur dalam Anggaran Dasar Ta’mir Masjid  “Al Kautsar” dimuat  dalam  peraturan  atau ketentuan  tersendiri  yang tidak  bertentangan  dengan Anggaran Dasar.

Pasal 18. Pengesahan

Anggaran  Dasar ini diperbaharui dan disahkan dalam  Musyawarah  Jama’ah Masjid  “Al Kautsar” ke-3   tanggal 23 Dzulqa’idah 1426 Hijriyah  bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2005 Miladiyah di Masjid “Al Kautsar”, Perumahan Griya Muslim, Madani.


ANGGARAN RUMAH TANGGA TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR”

PERUMAHAN GRIYA MUSLIM, MADANI



BAB I

K E A N G G O T A A N

Pasal  1. Anggota

Jama’ah Masjid “Al Kautsar” yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan dapat menjadi anggota organisasi ini.

Pasal  2. Syarat Syarat Keanggotaan

Setiap umat Islam warga Perumahan Griya Muslim, Madani yang telah menjadi penduduk tetap dan mendaftarkan diri sebagai jama’ah.

Pasal  3. Status Anggota

  1. Jama’ah Masjid “Al Kautsar” terdiri dari :
  2. Jama’ah biasa, ialah warga Perumahan Griya Muslim, Madani.
  3. Jama’ah kehormatan, ialah  jama’ah yang  diangkat oleh Pengurus atas kebijakan tertentu.
  4. Status  keanggotaan  gugur   bila  meninggal  dunia, mengundurkan diri, diberhentikan oleh Pengurus atau tidak lagi menjadi warga Perumahan Griya Muslim, Madani.

Pasal  4. Hak Anggota

  1. Jama’ah berhak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus.
  2. Jama’ah  berhak  mengeluarkan  pendapat,  mengajukan usul, saran atau pertanyaan baik secara lesan maupun tertulis kepada Pengurus.
  3. Jama’ah  biasa berhak mengikuti Musyawarah  Jama’ah, memiliki hak bicara, hak suara, memilih dan dipilih.
  4. Jama’ah  kehormatan berhak  mengikuti   Musyawarah Jama’ah dan hanya memiliki hak bicara.
  5. Jama’ah yang diberhentikan berhak  menuntut keadilan dalam Musyawarah Jama’ah.

Pasal  5. Kewajiban Anggota

  1. Menjaga nama baik Masjid “Al Kautsar” dan jama’ahnya.
  2. Berpartisipasi  aktif dalam kegiatan  yang diselenggarakan Pengurus.
  3. Mentaati peraturan organisasi yang berlaku.

BAB II

O R G A N I S A S I

Pasal  6. Musyawarah Jama’ah

  1. Musyawarah  Jama’ah berfungsi sebagai forum pengambilan  keputusan  tertinggi  dan  dilaksanakan tiga tahun sekali.
  2. Musyawarah Jama’ah bertugas untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan amanah, menetapkan  Program Kerja, Bagan dan Struktur Organisasi, menetapkan pedoman-pedoman organisasi maupun memilih Pengurus periode berikutnya.
  3. Musyawarah Jama’ah Luar Biasa (MJLB) dapat dilakukan atas permintaan sekurang-kurangnya dua per tiga anggota.

Pasal  7. Peserta Musyawarah Jama’ah

Peserta Musyawarah Jama’ah adalah seluruh jama’ah biasa dan luar biasa ditambah dengan undangan khusus.

Pasal  8. Badan Pengurus

  1. Kepengurusan organisasi disebut dengan Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. Selanjutnya dapat disebut dengan Pengurus.
  2. Formasi Pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari  Ketua, Sekretaris, Bendahara dan tiga orang Anggota.
  3. Struktur Pengurus dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jama’ah.
  4. Masa jabatan (periode) Pengurus adalah lima tahun. Selambat-lambatnya satu bulan setelah masa kepengurusannya habis Pengurus harus menyelenggarakan Musyawarah Jama’ah.
  5. Ketua Umum Pengurus tidak boleh dijabat tiga kali berturut-turut oleh orang yang sama.

Pasal  9. Anggota Pengurus

  1. Anggota Pengurus dipilih dan disahkan Ketua Umum yang merangkap Ketua Formatur dengan dibantu dua orang Anggota Formatur yang dipilih dalam Musyawarah Jama’ah.
  2. Reshuffle Anggota Pengurus dilakukan oleh Ketua Umum Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dengan menerbitkan Surat Keputusan.

Pasal 10. Badan Pengawas

  1. Untuk mengawasi dan mengarahkan Pengurus dalam mengemban amanah organisasi dibentuk Majelis Syura.
  2. Majelis Syura dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah.
  3. Susunan Majelis Syura terdiri dari satu orang Ketua, satu orang Sekretaris dan tiga orang anggota.
  4. Majelis Syura berwenang untuk menanyakan dan memeriksa suatu permasalahan kepada Pengurus.
  5. Majelis Syura berhak memberi nasehat, saran dan usul kepada Pengurus baik diminta maupun tidak.

BAB III

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB

Pasal 11. Wewenang Pengurus

  1. Pengurus berhak  memimpin dan  mewakili kepentingan organisasi sesuai dengan fungsinya.
  2. Pengurus berhak menggunakan fasilitas dan potensi organisasi dengan cara yang benar.
  3. Pengurus berhak mendirikan, memilih dan melantik baik lembaga maupun pengurus di bawah koordinasinya dengan mempertimbangkan suara dan kemaslahatan jama’ah.

Pasal 12. Tanggung Jawab Pengurus

  1. Pengurus bertanggungjawab  kepada  jama’ah untuk melaksanakan Program Kerja yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Jama’ah.
  2. Pengurus menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban dalam forum Musyawarah Jama’ah.

BAB IV

I D E N T I T A S

Pasal 13. Identitas

  1. Lambang  dan identitas organisasi lainnya ditetapkan dalam Musyawarah Jama’ah.
  2. Lambang organisasi Ta’mir Masjid “Al Kautsar” adalah Gambar Masjid berwarna hijau dengan tulisan TMK berwarna hitam.

BAB V

ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 14. Aturan Tambahan

  1. Anggaran  Rumah  Tangga merupakan  penjelasan  dari  Anggaran  Dasar Ta’mir Masjid “Al Kautsar”.
  2. Hal-hal  yang  belum  diatur  dalam  Anggaran  Rumah Tangga   dimuat  dalam  peraturan   atau   ketentuan tersendiri  yang tidak bertentangan dengan  Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 15. Pengesahan

Anggaran  Rumah  Tangga Ta’mir Masjid “Al Kautsar” ini diperbaharui dan disahkan  dalam  Musyawarah Jama’ah ke-3 pada tanggal 23 Dzulqa’idah 1426 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2005 Miladiyah di Masjid “Al Kautsar”, Perumahan Griya Muslim, Madani.

_______________________

DAFTAR PUSTAKA

Drs.  EK. Imam Munawwir: “Asas  Asas Kepemimpinan  dalam  Islam”, Usaha Nasional, Surabaya.

Drs.  MH.  Saragih: “Azas Azas Organisasi  dan  Manajemen”, Edisi 1, Tarsito, Bandung, 1982.

Drs.  Sidi  Gazalba: “Masjid  Sebagai Pusat Ibadah dan Kebudayaan”, Edisi 1, Bulan Bintang, Jakarta, 1989.

Drs. Jawahir Tanthowi: “Unsur-Unsur Manajemen Menurut Ajaran Al Quraan”, Cetakan Pertama,  Pustaka Al Husna, Jakarta, 1983.

Drs. Sutarto: “Dasar Dasar Organisasi”, Edisi 9, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta, 1986.

Endang Saefuddin Anshari, MA : “Wawasan   Islam  (Pokok-Pokok     Pikiran  Tentang Islam Dan Umatnya)”, Edisi 2,  CV  Rajawali,     Jakarta, 1991.

Ir. Siswanto: “Panduan Pengelolaan Himpunan Jama’ah Masjid”, Pustaka Amani,  Jakarta, 2002.

Ir. Siswanto: “Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid”, Pustaka Al-Kautsar,  Jakarta, 2005.

KODI DKI Jakarta: “Idarah Masjid (Managemen Masjid)”, Edisi 3, KODI DKI Jakarta, Jakarta, 1982.