Organisasi Remaja Masjid

1 November 2026 · Institut Manajemen Masjid

Dokumentasi IMMASJID

Dokumentasi IMMASJID

MASA REMAJA

Kalau kita berbicara tentang remaja, mungkin akan terbayang dalam benak kita tentang anak-anak manusia yang berada dalam masa-masa  menyenangkan,  ceria,  penuh  canda,   semangat, gejolak keingintahuan, pencarian identitas diri dan  emosi. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa.

Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan-perubahan dalam wujud fisik dan psikis. Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda-tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakin menyadari keberadaan dirinya, ingin diakui, dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. Mungkin kalau kita perkirakan umur remaja berkisar antara 13 tahun sampai dengan 25 tahun. Pembatasan umur ini tidak mutlak, dan masih bisa diperdebatkan.

Masa remaja adalah saat-saat pembentukan pribadi, dimana lingkungan sangat berperan. Kalau kita perhatikan ada empat faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan yang dibutuhkan oleh remaja adalah lingkungan yang islami, yang mendukung perkembangan imaji mereka secara positif dan menuntun mereka pada kepribadian yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi kemudahan dalam pembinaan remaja.

PEMBINAAN REMAJA MELALUI MASJID

Pembinaan remaja dalam Islam bertujuan agar remaja tersebut menjadi anak yang shalih; yaitu anak yang baik, beriman, berilmu, berketerampilan dan berakhlak mulia. Anak yang shalih adalah dambaan setiap orangtua muslim yang taat. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Apabila anak Adam mati, maka semua amalnya terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim).  

Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, salah satunya melalui Remaja Masjid. Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan remaja muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas. Remaja Masjid merupakan salah satu alternatif pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi ini, mereka memperoleh lingkungan yang islami serta dapat mengembangkan kreatitivitas.

Remaja Masjid membina para anggotanya agar beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencapai keridlaan-Nya. Pembinaan dilakukan dengan menyusun aneka program yang selanjunya ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas. Remaja Masjid yang telah mapan biasanya mampu bekerja secara terstruktur dan terencana. Mereka menyusun Program Kerja periodik dan melakukan berbagai aktivitas yang berorientasi pada: keislaman, kemasjidan, keremajaan, keterampilan dan   Keilmuan.

Mereka juga melakukan pembidangan kerja berdasarkan kebutuhan organisasi, agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Beberapa bidang kerja dibentuk untuk mewadahi fungsi-fungsi organisasi yang disesuaikan dengan Program Kerja dan aktivitas yang akan diselenggarakan, di antaranya:

1.   Administrasi dan Kesekretariatan.

2.   Keuangan.

3.   Pembinaan Anggota.

4.   Perpustakaan dan Informasi.

5.   Kesejahteraan Umat.

6.   Kewanitaan.

KUANTITAS DAN KUALITAS ANGGOTA REMAJA MASJID

Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan memerlukan perjuangan yang sungguh-sungguh dengan memanfaatkan segenap sumber daya dan kemampuan. Dalam perjuangan dibutuhkan kesabaran tanpa batas, hanya bentuknya saja yang mengalami perubahan.

Perjuangan yang dilakukan Remaja Masjid adalah dalam kerangka da’wah islamiyah, yaitu perjuangan untuk menyeru umat manusia kepada kebenaran yang datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ada pertarungan antara yang haq dengan yang bathil. Dimana telah diketahui bahwa kebenaran, insya Allah, akan mampu mengalahkan kebathilan. Namun perlu diingat, bahwa di dunia ini kebathilan yang terorganisir juga memiliki peluang untuk dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir. Karena itu, dalam perjuangan melawan kebathilan perlu persiapan yang sungguh-sungguh dan tertata dengan rapi, seperti bunyanun marshush .

Untuk membentuk bangunan yang tersusun kokoh (bunyanun marshush) diperlukan organisasi dan management yang tangguh serta didukung sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi dan berkualitas. Perekrutan (recruitment) dan kaderisasi anggota sangat  diperlukaan  oleh Remaja  Masjid dalam meningkatkan kuantitas  dan kualitas anggotanya. Hal ini dilakukan  untuk  menjamin kelangsungan  aktivitas  dan  misi organisasi dalam menda’wahkan Islam. Bertambahnya anggota akan menambah semangat dan tenaga baru, sedang tersedianya kader-kader yang berkualitas akan mendukung suksesnya estafet kepemimpinan organisasi.

Remaja muslim adalah unsur utama organisasi Remaja Masjid Keberadaan dan keterlibatan mereka dalam organisasi dapat dibedakan sebagai kader, aktivis, partisipan dan simpatisan. Pengurus perlu meningkatkan kuantitas dengan melakukan:

  1. Melakukan pendaftaran (regristerasi) anggota.
  2. Mendaftar remaja muslim warga baru.
  3. Melakukan penyadaran kepada remaja muslim yang belum menjadi anggota, agar mereka mau bergabung dalam wadah bersama.

Peningkatan kualitas yang dilakukan adalah untuk meningkatkan keimanan, keilmuan dan amal shalih mereka. Hal itu dilakukan dengan melakukan proses kaderisasi yang dilakukan secara serius, sistimatis dan berkelanjutan, melalui jalur: pelatihaan, kepengurusan, kepanitiaan dan aktivitas . Dalam proses perkaderan dilakukan upaya-upaya penanaman nilai-nilai, akhlaq, intelektualitas, profesionalisme, moralitas dan integritas Islam. Sehingga diperoleh kader ideal Remaja Masjid yang memiliki profil : remaja muslim yang beriman, berilmu dan berakhlaq mulia yang mampu beramal shalih secara profesional serta memiliki fikrah Islam yang komprehensif.

HUBUNGAN ANTARA TA’MIR DAN REMAJA MASJID

Ta’mir Masjid adalah organisasi yang mengurus seluruh kegiatan yang ada kaitannya dengan Masjid, baik dalam membangun, merawat maupun memakmurkannya, termasuk usaha-usaha pembinaan remaja muslim di sekitar Masjid. Pengurus Ta’mir Masjid harus berupaya untuk membentuk Ramaja Masjid sebagai wadah aktivitas bagi remaja muslim. Dengan adanya Remaja Masjid tugas pembinaan remaja muslim akan menjadi lebih ringan. Pengurus Ta’mir Masjid, melalui Bidang Pembinaan Remaja Masjid, tinggal memberi kesempatan dan arahan kepada Remaja Masjid untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu beraktivitas sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Remaja Masjid merupakan anak organisasi (underbouw) Ta’mir Masjid, karena itu, dalam aktivitasnya perlu menyelaraskan dengan aktivitas Ta’mir Masjid, sehingga terjadi sinergi yang saling menguatkan. Meskipun demikian, Remaja Masjid adalah organisasi otonom yang relatif independen dalam membina anggotanya. Remaja Masjid dapat menyusun program, menentukan bagan dan struktur organisasi serta memilih pengurusnya sendiri. Karena itu, para aktivisnya memiliki kesempatan untuk berkreasi, mengembangkan potensi dan kemampuannya serta beraktivitas secara mandiri.

SIKAP DAN PERILAKU AKTIVIS REMAJA MASJID           

Sebagai generasi muda muslim pewaris Masjid, aktivis Remaja Masjid seharusnya mencerminkan muslim yang memiliki keterikatan dengan tempat beribadah umat Islam tersebut. Sikap dan perilakunya islami, sopan-santun dan menunjukkan budi pekerti yang mulia (akhlaqul karimah). Pemikiran, langkah dan tindak-tanduknya dinafasi oleh nilai-nilai Islam. Mereka berkarya dan berjuang untuk menegakkan kalimat Allah dalam rangka beribadah mencari keridlaan-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala menjadi tujuannya, dan Rasulullah menjadi contoh tauladan dan sekaligus idolanya. Gerak dan aktivitasnya berada dalam siklus: beriman, berilmu, beramal shalih dan ber’amar ma’ruf nahi munkar, menuju kesuksesan dan kebahagiaan fid dunya wal akhirah.

Beberapa sikap dan perilaku praktis yang perlu diperhatikan aktivis Remaja Masjid berkaitan dengan aktivitasnya di Masjid, antara lain adalah:

  1. Menyadari sebagai pemakmur Masjid.
  2. Mengamalkan adab sopan santun di Masjid.
  3. Rajin melaksanakan shalat berjama’ah di Masjid.
  4. Berpakaian yang islami.
  5. Menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
  6. Mengembangkan kepribadian yang menarik.
  7. Rajin menuntut ilmu.
  8. Berusaha terlibat dalam kepengurusan Remaja Masjid.

JENIS-JENIS AKTIVITAS REMAJA MASJID

Sebagaimana  telah  kita ketahui, bahwa Remaja Masjid adalah organisasi yang menghimpun remaja muslim yang aktif   datang dan  beribadah shalat berjama’ah di  Masjid.   Karena keterikatannya  dengan Masjid, maka peran utamanya tidak lain adalah memakmurkan  Masjid. Ini berarti, kegiatan yang berorientasi pada Masjid selalu  menjadi  program utama.  Di  dalam melaksanakan  perannya, Remaja Masjid meletakkan  prioritas  pada  kegiatan-kegiatan  peningkatan keislaman,  keilmuan dan keterampilan anggotanya.

Aktivitas Remaja Masjid yang baik adalah yang dilakukan  secara terencana,  kontinyu  dan  bijaksana;  disamping  itu  juga memerlukan strategi, metode, taktik dan teknik yang  tepat. Untuk  sampai pada aktivitas yang baik tersebut, pada  masa sekarang diperlukan pemahaman organisasi  dan  management yang baik pula. Adapun jenis-jenis aktivitas Remaja Masjid adalah:

1.   Berpartisipasi dalam memakmurkan Masjid.

2.   Melakukan pembinaan remaja muslim.

3.   Menyelenggarakan proses kaderisasi umat.

4.   Memberi dukungan pada penyelenggaraan aktivitas Ta’mir Masjid.

5.   Melaksanakan aktivitas da’wah dan sosial.

MENGATASI KONFLIK INTERNAL REMAJA MASJID

Konflik internal yang disebabkan adanya perbedaan ide, persepsi ataupun motivasi dapat saja terjadi dalam setiap organisasi, tidak terkecuali pada organisasi Remaja Masjid. Perbedaan pendapat memang sesuatu yang biasa dalam berorganisasi. Dalam  batas-batas tertentu  kadang  diperlukan,  terutama  untuk mendapatkan  pembanding atau alternatif  dalam pengambilan keputusan (decision making). Namun, perbedaan pendapat yang tidak terkendali dapat menyebabkan perpecahan  yang mengganggu aktivitas, karena dapat mengakibatkan  terjadinya  perselisihan   (konflik) di antara Pengurus Remaja Masjid maupun dengan anggotanya.

Untuk   menghindari   terjadinya  konflik   internal   dalam Remaja Masjid bisa dilakukan  dengan memupuk ukhuwah islamiyah (persaudaraan berdasarkan  keyakinan yang sama  terhadap Islam). Rasa bersaudara sesama muslim harus melembaga dan  menafasi  kehidupan organisasi Remaja Masjid, sehingga para anggota dapat merasakannya.

Disamping  pemupukan rasa ukhuwah islamiyyah,  secara  teknis juga   perlu  adanya  aturan  main  dalam   berorganisasi. Aturan main utama dan paling penting adalah adanya ketaatan pada pemimpin serta kesadaran mau kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, artinya menggunakan Al Quraan dan As Sunnah sebagai tempat ruju’.

Selanjutnya, dibuat aturan-aturan teknis yang mengatur kehidupan berorganisasi secara bersama, yaitu: Anggaran  Dasar,  Anggaran  Rumah  Tangga dan  Pedoman-pedoman Organisasi yang lainnya. Selain aturan formal tersebut, dalam kegiatan sehari-hari dikembangkan  sikap  toleran  dalam  berdiskusi,  saling menghargai pendapat orang lain meskipun itu berbeda.  Juga perlu  dikembangkan  teknik bermusyawarah  yang  baik  dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Seandainya   konflik   itu  tetap  terjadi,   maka   perlu diupayakan adanya perdamaian (ishlah) antara masing-masing pihak yang berselisih. Upaya pengishlahan ini dapat dilakukan  baik  secara internal organisasi Remaja Masjid maupun   dengan bantuan Ta’mir Masjid.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

 “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”  (QS 49: 10, Al Hujuraat)

JARINGAN ORGANISASI REMAJA MASJID

Remaja Masjid biasanya  menghimpun  para remaja muslim yang berdomisili di sekitar Masjid. Banyak Masjid yang mendirikan organisasi ini sebagai wadah aktivitas generasi muda, sehingga muncullah ribuan organisasi Remaja Masjid.     Ini adalah potensi yang sangat besar dalam menggapai Kebangkitan Islam (the revival of Islam) di abad ke-15 Hijriyyah yang telah dicanangkan umat Islam dalam KTT Islam pertama di Rabbat, Marokko, tahun 1969.   

Untuk mendayagunakan potensi Remaja  Masjid bagi kemaslahatan umat Islam, langkah  yang  perlu  dilakukan di antaranya adalah dengan meningkatkan peran sosialnya.  Peran ini akan dapat optimal apabila mereka dipersatukan dalam suatu asosiasi Remaja Masjid dengan membentuk suatu organisasi gabungan atau asosiasi yang  merupakan  forum komunikasi,  koordinasi dan kerja sama  antar Remaja  Masjid.  Forum  ini menyatukan kegiatan-kegiatan Remaja  Masjid dalam asosiasinya dengan  menyelengarakan  aktivitas bersama.

Asosiasi Remaja Masjid bisa dibentuk pada tingkat lokal, regional  maupun nasional.  Pada  tingkat lokal,  bisa  menghimpun  organisasi-organisasi  Remaja  Masjid lingkup  kecamatan  maupun tingkat kota / kabupaten, untuk tingkat wilayah merupakan koordinasi dari suatu provinsi, sedang  untuk tingkat nasional mengkoordinasikan seluruh Remaja Masjid dalam suatu negara. Struktur  organisasinya bisa  terdiri dari  tingkat kecamatan (Pengurus Cabang), tingkat kota / kabupaten (Pengurus Daerah), tingkat Provinsi (Pengurus Wilayah) dan tingkat nasional (Pengurus Pusat).

Saat ini BKPRMI adalah merupakan asosiasi terbesar dalam menghimpun Remaja Masjid di Indonesia, dengan aktivitas dari tingkat lokal hingga nasional. Sebagai suatu organisasi yang menghimpun pemuda dan remaja Masjid, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dapat menjadi suatu alternatif dalam menyatukan organisasi-organisasi Remaja Masjid di Indonesia. Sudah selayaknya organisasi-organisasi Remaja Masjid bergabung dalam BKPRMI, agar da’wah yang diselenggarakan dapat berlangsung efektif dan berdampak luas. Beberapa program seperti pelatihan, bakti sosial, musabaqah tilawatil quraan (MTQ), event perlombaan, seminar, peningkatan keterampilan, perumusan pedoman-pedoman organisasi Remaja Masjid, work shop, temu kader dan lain sebagainya, apabila digarap dengan baik akan memberi dampak positif yang luas bagi kemajuan da’wah islamiyah.

PENUTUP

Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa. Mungkin kalau kita perkirakan umur remaja berkisar antara 13 tahun sampai dengan 25 tahun. Di antara mereka ada remaja-remaja muslim, yang terdiri dari bermacam-macam etnis, strata sosial, latar belakang keluarga dan tingkat pemahaman Islam. Remaja muslim adalah generasi muda Islam yang diharapkan nantinya dapat menerima estafet perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai Islam. Mereka adalah kader-kader umat Islam yang perlu dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan, di antaranya melalui organisasi Remaja Masjid.

Pada masa sekarang, keberadaan Remaja Masjid semakin terasa diperlukan, terutama untuk mengorganisir kegiatan da’wah yang dilakukan oleh  para  remaja muslim yang  memiliki  keterikatan dengan  Masjid. Dengan adanya Remaja Masjid, insya  Allah, kreativitas  remaja  muslim  dapat  disalurkan dan dikembangkan. Selain itu, terjadinya kenakalan remaja  juga dapat dikurangi.

Remaja Masjid yang terorganisir dengan baik, bukan saja akan memberikan kesempatan bagi   anggotanya  untuk  mengembangkan   bakat  dan kemampuannya, namun juga akan memberi bekal yang  baik bagi masa depan mereka, terutama bekal taqwa. Sehingga, hadirnya generasi muslim yang terbaik, yang beriman, berilmu pengetahuan, beramal shalih dan mampu ber’amar ma’ruf nahi munkar,  insya  Allah, dapat menjadi kenyataan.

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS 3:110, Ali ‘Imran)

Catatan:
Silahkan download Buku Serial Manajemen Masjid 04: “Kumpulan Materi Pelatihan Kepemimpinan Remaja Masjid” di bagian / laman “DOWNLOAD” untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

____________________________

DAFTAR PUSTAKA

Amidan dan Usep Fathudin: “Pedoman Pembinaan Masjid”, Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji-Depag, Jakarta, 1980.

Dr. Abdullah Nasih Ulwan: “Pendidikan Anak Dalam Islam”, Jilid 1-2, Cetakan Pertama, Pustaka Amani,  Jakarta, 1995.

Dr. Hisham Yahya Altalib: “Panduan Latihan Bagi Gerakan Islam”, Cetakan Ketiga, Penerbit Media Da’wah,  Jakarta, 1999.

Drs.  EK. Imam Munawwir: “Asas  Asas Kepemimpinan  dalam  Islam”, Usaha Nasional, Surabaya.

Drs. Sutarto: “Dasar Dasar Organisasi”, Edisi 9, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta, 1986.

Ir. Siswanto: “Panduan Pengelolaan Himpunan Jama’ah Masjid”, Pustaka Amani,  Jakarta, 2002.

Ir. Siswanto: “Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid”, Pustaka Al-Kautsar,  Jakarta, 2005.

Prof. Dr. Zakiah Daradjat: “Remaja  Harapan Dan  Tantangan”, Edisi 1, Ruhama, Jakarta, 1994.

Komentar

Silakan berdiskusi dengan santun dan sesuai pembahasan.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Komentar pertama menunggu persetujuan pengelola.