{"id":276,"date":"2026-10-08T16:29:27","date_gmt":"2026-10-08T09:29:27","guid":{"rendered":"https:\/\/immasjid.com\/?p=276"},"modified":"2026-10-08T16:37:20","modified_gmt":"2026-10-08T09:37:20","slug":"musyawarah-jamaah-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immasjid.com\/?p=276","title":{"rendered":"Musyawarah Jama&#8217;ah Masjid"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"403\" src=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01A.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-278\" srcset=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01A.jpg 960w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01A-300x126.jpg 300w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01A-767x322.jpg 767w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PROSESI ACARA MUSYAWARAH JAMA\u2019AH<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Musyawarah&nbsp;&nbsp; Jama\u2019ah&nbsp; adalah&nbsp; merupakan&nbsp;&nbsp; forum&nbsp;&nbsp; pengambilan keputusan&nbsp; tertinggi Ta\u2019mir Masjid.&nbsp; Dimana seluruh&nbsp;&nbsp; kebijakan&nbsp; organisasi&nbsp; secara&nbsp;&nbsp; mendasar&nbsp;&nbsp; biasanya diputuskan&nbsp; dalam forum ini. Karena itu, acaranya perlu disusun&nbsp; sedemikian&nbsp; rupa agar dapat berjalan&nbsp; sebagaimana mestinya. Panitia Musyawarah Jama\u2019ah mengundang warga muslim di sekitar Masjid untuk bermusyawarah dan menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program Kerja, Bagan dan Struktur Organisasi, Ketua Umum baru dan Formatur, Pedoman Dasar Organisasi dan lain sebagainya. Apabila sebelumnya telah ada Pengurus Ta\u2019mir Masjid, maka mereka diharuskan menyampaikan laporan pertanggungjawabaan kepengurusan untuk dievaluasi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-280\" style=\"width:487px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMM-02-01C-1.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesi&nbsp; acara Musyawarah Jama\u2019ah dapat dilakukan lebih&nbsp; dari sehari&nbsp; tergantung dari permasalahan yang dibahas. Diawali&nbsp; dengan seremonial acara pembukaan&nbsp; musyawarah dibuka. Acara pembukaan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1.&nbsp; Pembukaan \u201cAcara Pembukaan\u201d Musyawarah Jama\u2019ah oleh &nbsp;MC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Pembacaan kalam Ilahi dan terjemahannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Prakata panitia pelaksana Musyawarah Jama\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Sambutan-sambutan,&nbsp; diikuti&nbsp;&nbsp; dengan&nbsp; pembukaan&nbsp; secara&nbsp; resmi Musyawarah Jama\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Penutupan \u201cAcara&nbsp; Pembukaan\u201d Musyawarah&nbsp; Jama\u2019ah&nbsp; oleh&nbsp; MC.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PIMPINAN SIDANG<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah&nbsp; acara&nbsp; pembukaan&nbsp; selesai&nbsp; dan&nbsp; hadirin&nbsp; yang&nbsp; tidak berkepentingan&nbsp; meninggalkan&nbsp; tempat,&nbsp; selanjutnya&nbsp; Musyawarah Jama\u2019ah&nbsp;&nbsp; dimulai.&nbsp; Untuk&nbsp; memulai&nbsp; musyawarah ini,&nbsp;&nbsp; Panitia Pengarah&nbsp;&nbsp; (Steering&nbsp; Committee)&nbsp; memimpin&nbsp;&nbsp; sidang&nbsp; &nbsp;sebagai Pimpinan&nbsp; Sidang&nbsp; sementara dan selanjutnya dipilih Pimpinan Sidang tetap dari&nbsp; para&nbsp; peserta musyawarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pimpinan&nbsp; Sidang&nbsp; tetap dipilih dua orang dalam bentuk presidium,&nbsp; yang&nbsp; mana&nbsp; dalam sidang&nbsp; nanti&nbsp; dapat berperan sebagai&nbsp; ketua&nbsp; dan&nbsp; sekretaris secara&nbsp;&nbsp; bergantian.&nbsp; Pemilihan sebaiknya dilakukan secara permufakatan, sekiranya mengalami&nbsp; kesulitan dalam memperoleh kesepakatan secara aklamasi&nbsp; dapat dilakukan upaya&nbsp; pendekatan&nbsp; pada&nbsp; masing-masing&nbsp; pihak&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; berbeda pendapat dengan melakukan lobying. Bila tidak bisa&nbsp; sama sekali,&nbsp;&nbsp; maka&nbsp;&nbsp; bisa&nbsp; dilakukan&nbsp; pengambilan&nbsp; keputusan&nbsp; secara voting, dimana keputusan ditetapkan berdasarkan suara terbanyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah&nbsp;&nbsp; pimpinan&nbsp;&nbsp; sidang&nbsp; tetap&nbsp;&nbsp; terpilih,&nbsp;&nbsp; selanjutnya Pimpinan Sidang&nbsp; sementara&nbsp; menandatangani&nbsp; Surat&nbsp; Keputusan&nbsp; untuk pemilihan Pimpinan Sidang tetap dan menyerahkan kepemimpinan sidang kepada&nbsp; mereka.&nbsp; Setelah&nbsp; serah&nbsp; terima&nbsp; kemudian&nbsp;&nbsp; Musyawarah Jama\u2019ah diteruskan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGAMBILAN KEPUTUSAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permufakatan&nbsp; atau&nbsp; pengambilan keputusan secara&nbsp; aklamasi&nbsp; memang sangat&nbsp;&nbsp; baik,&nbsp; karena menyangkut kesamaan ide dan kebersamaan jama\u2019ah dalam menetapkan kebijakan. Namun ini bukan berarti meniadakan alternatif lain, misalnya voting,&nbsp; bilamana diperlukan. Sebaiknya pengambilan keputusan secara voting dihindari&nbsp; oleh&nbsp; para&nbsp; peserta musyawarah, kecuali kalau terpaksa. Tentu&nbsp; saja setelah diambil keputusan semua&nbsp; peserta&nbsp; harus menerima hasil kesepakatan dan berserah diri (<em>tawakkal<\/em>) kepada Allah <em>subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>, sebagaimana&nbsp; firman-Nya dalam&nbsp; Surah Ali \u2018Imran ayat 159 di atas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PEMBAHASAN MATERI SIDANG<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatur&nbsp; acara&nbsp; persidangan, mula-mula&nbsp; dibahas&nbsp; Tata&nbsp; Tertib&nbsp; Musyawarah Jama\u2019ah&nbsp; dan diikuti&nbsp; dengan Agenda&nbsp; Acara. Kemudian dilanjutkan&nbsp; acara-acara&nbsp; persidangan&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; lain, seperti: Laporan Pertanggungjawaban Pengurus -yang disampaikan oleh Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid- beserta pembahasannya, Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Pedoman&nbsp; Dasar Organisasi (PDO), Program&nbsp; Kerja (PK), Struktur dan Bagan Organisasi (SBO) dan pemilihan&nbsp; Pengurus baru. Setiap hasil musyawarah harus dibuat Surat&nbsp; Keputusan&nbsp; Musyawarah Jama\u2019ah yang dibuat&nbsp; oleh&nbsp; Ketua&nbsp; dan Sekretaris&nbsp; Sidang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan pembahasannya disampaikan dalam sidang pleno, yang dihadiri seluruh peserta musyawarah. Dilaporkan aktivitas&nbsp; selama&nbsp; periode kepengurusan,&nbsp; khususnya&nbsp; dalam melaksanakan&nbsp; amanah organisasi yang tertuang&nbsp; dalam&nbsp; Program Kerja. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus yang dibacakan oleh&nbsp; Ketua Umum selanjutnya dibahas oleh peserta.&nbsp;&nbsp; Biasanya terjadi dialog antara peserta dengan Pengurus masing-masing bidang yang mempertanggungjawabkan laporan, untuk dipertimbangkan&nbsp; dapat diterima atau tidaknya laporan tersebut. Pembahasan ini&nbsp; juga bermanfaat&nbsp; bagi&nbsp; peserta guna mengetahui kondisi&nbsp; organisasi Ta\u2019mir Masjid sekaligus&nbsp; sebagai&nbsp; masukan dalam penyusunan Program Kerja selanjutnya. Seandainya&nbsp;&nbsp; laporan&nbsp;&nbsp; tersebut diterima,&nbsp;&nbsp; maka selanjutnya&nbsp; kepengurusan dinyatakan demisioner&nbsp; sampai dilakukan&nbsp; pelantikan Pengurus baru.&nbsp; Pengurus&nbsp; demisioner tidak&nbsp;&nbsp; diperkenankan mengambil&nbsp; kebijaksanaan strategis dalam organisasi tetapi hanya menjalankan aktivitas rutin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar musyawarah dapat berlangsung efektif dan efisien, selanjutnya peserta dibagi dalam komisi-komisi sesuai dengan materi-materi sidang yang akan dibahas, misalnya: Komisi I untuk membahas AD dan ART, Komisi II untuk membahas PDO dan Komisi III untuk membahas PK dan SBO.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AD dan ART dibahas pasal demi pasal. Para peserta musyawarah dapat menyetujui isi rancangan (draft) AD dan ART yang ditawarkan atau memberikan alternatif yang lain. Pembahasan dilakukan secara sistematis, sehingga dapat berlangsung dengan lancar dan menghemat waktu. PDO dibahas sesuai&nbsp; dengan&nbsp; kebutuhan organisasi.&nbsp; Ta\u2019mir Masjid. Misalnya, dalam Musyawarah Jama\u2019ah&nbsp; tersebut akan dibahas&nbsp; Pedoman Pengajian,&nbsp; maka&nbsp; pembahasannya diusahakan terperinci.&nbsp; Karena&nbsp;&nbsp; pedoman tersebut akan dilaksanakan secara operasional dalam penyelenggaraan&nbsp; pengajian oleh Pengurus. Pedoman-pedoman yang lain, seperti: Pedoman Kepengurusan, Pedoman Administrasi, Kesekretariatan dan Protokoler, Pedoman Pengelolaan&nbsp; Keuangan, Pedoman Pelatihan,&nbsp; dan&nbsp; lain sebagainya dapat dibahas dengan cara yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PK dan SBO dipergunakan&nbsp; sebagai&nbsp;&nbsp; landasan pembentukan&nbsp; Pengurus baru, karena itu sebaiknya dibahas bersama-sama supaya ada kemudahan dalam penyelarasannya. PK dan SBO dibahas dengan memperhatikan potensi sumber daya, kondisi internal dan eksternal organisasi, maupun informasi kepengurusan periode sebelumnya. PK dibuat sesuai pembidangan kerja, dengan mempertimbangkan antara kebutuhan organisasi dan keinginan jama\u2019ah untuk lebih maju, serta periode kepengurusan. Sedang SBO disusun untuk menyahuti kebutuhan PK yang telah disusun, dengan mempertimbangkan rentang kendali dan hirarki management yang diinginkan. Peserta musyawarah dapat memperbanyak atau&nbsp; mengurangi&nbsp; jumlah pembidangan kerja dan daftar program yang ada dalam draft. Namun perlu dipertimbangkan, apakah Pengurus baru mampu melaksanakan amanah tersebut dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PEMILIHAN MAJELIS SYURA DAN KETUA UMUM TA\u2019MIR MASJID<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah semua draft Musyawarah Jama\u2019ah selesai dibahas, selanjutnya&nbsp; dilakukan pemilihan Pengurus dalam Sidang Pleno:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertama<\/strong>, dipilih Majelis Syura sebagai dewan penasehat dan pengawas aktivitas Ta\u2019mir Masjid,&nbsp; yang terdiri dari satu orang Ketua, satu orang Sekretaris dan tiga orang Anggota. Untuk memudahkan pemilihan Majelis Syura, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Tiap peserta yang memiliki suara mengajukan calon Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Masing-masing calon kemudian diminta untuk menyatakan kesediaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah itu dipilih lima orang berdasarkan musyawarah mufakat, bilamana tidak memungkinkan dapat dilakukan dengan lobying dan voting. Dalam pemilihan ini juga ditentukan sekaligus posisi masing-masing dalam Majelis Syura baik sebagai Ketua, Sekretaris maupun Anggota.<\/li>\n\n\n\n<li>Selanjutnya mereka dilantik dan disyahkan oleh pimpinan sidang Musyawarah Jama\u2019ah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedua<\/strong>, pemilihan Formatur yang terdiri dari satu orang Ketua Formatur sekaligus sebagai Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid yang baru dan dua orang Anggota Formatur yang membantu dalam menyusun Pengurus Ta\u2019mir Masjid secara lengkap. Untuk memudahkan pemilihan Formatur, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Tiap peserta yang memiliki suara mengajukan calon Formatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Masing-masing calon diteliti keabsahannya berdasarkan kriteria yang telah dibuat sebelumnya..<\/li>\n\n\n\n<li>Masing-masing calon kemudian diminta untuk menyatakan kesediaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah itu dipilih tiga orang berdasarkan musyawarah mufakat, bilamana tidak memungkinkan dapat dilakukan dengan lobying dan&nbsp; voting. Dalam pemilihan ini juga ditentukan sekaligus posisi masing-masing sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Terpilih dan Anggota Formatur. Bila dilakukan voting, calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid terpilih.<\/li>\n\n\n\n<li>Selanjutnya Ketua Umum terpilih dilantik dan disyahkan oleh Pimpinan Sidang Musyawarah Jama\u2019ah.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberi amanat kepada Formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap Ta\u2019mir Masjid dalam waktu 14 belas hari sejak ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Musyawarah Jama\u2019ah dan menyelenggarakan acara pelantikan Pengurus Ta\u2019mir Masjid yang baru.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah&nbsp; Musyawarah&nbsp; Jama\u2019ah&nbsp; selesai&nbsp; selanjutnya&nbsp;&nbsp; diakhiri dengan acara penutupan Musyawarah Jama\u2019ah. Acara ini hampir sama dengan acara&nbsp; pembukaannya.&nbsp; Dimulai pembukaan&nbsp; oleh MC, diteruskan dengan pembacaan&nbsp; kalam&nbsp; Ilahi dan terjemahannya, dilanjutkan dengan prakat Ketua Panitia dan sambutan-sambutan lainnya. Akhirnya,&nbsp; acara diakhiri dengan penutupan oleh MC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini, contoh Agenda Acara Musyawarah Jama\u2019ah dan Tata Tertib Musyawarah Jama\u2019ah:<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><br><br><br><strong>AGENDA ACARA MUSYAWARAH JAMA\u2019AH\u00a0 KE-3<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>TA\u2019MIR MASJID \u201cAL KAUTSAR\u201d, MADANI,&nbsp; TAHUN 2005<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">Madani,&nbsp; 23 Dzul Qa\u2019idah 1426 H<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 25 Desember&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 2005 M<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>08.00 &#8211; 08.30&nbsp;&nbsp; &nbsp; Upacara Pembukaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Prakata Ketua Panitia Pelaksana.<\/li>\n\n\n\n<li>Sambutan dan Pembukaan MJ-III oleh Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>08.30 &#8211; 10.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Sidang Pleno I&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemilihan Pimpinan Sidang Tetap.<\/li>\n\n\n\n<li>Serah Terima Wewenang dari Pimpinan Sidang Sementara Kepada Pimpinan Sidang Tetap Terpilih.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembahasan Agenda Acara Sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembahasan dan Pengesahan Draft Tata Tertib Musyawarah Jama\u2019ah.<\/li>\n\n\n\n<li>Laporan Pertanggunganjawaban Pengurus Ta\u2019mir&nbsp; Masjid \u201cAl Kautsar\u201d&nbsp; Periode 2006 \u2013 2010.<\/li>\n\n\n\n<li>Evaluasi dan Pengesahan Laporan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>10.00 &#8211; 10.15&nbsp;&nbsp; &nbsp; Istirahat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>10.15 &#8211; 11.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Sidang Pleno II<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembagian peserta musyawarah dalam komisi persidangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>11.00 &#8211; 12.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Sidang Komisi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komisi 1 :&nbsp; Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komisi 2 :&nbsp; Pedoman-Pedoman Organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komisi 3 :&nbsp; Program Kerja, Bagan dan Struktur Organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>12.00 &#8211; 13.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Shalat dan Istirahat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>13.00 &#8211; 14.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Sidang Pleno III<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengesahan Pedoman-pedoman Dasar Organisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengesahan Program Kerja, Bagan dan Struktur Organisasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>14.00 &#8211; 15.00&nbsp; &nbsp;&nbsp; Sidang Pleno IV<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Penetapan kriteria Ketua dan Anggota Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilihan Ketua dan Anggota Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelantikan Ketua dan Anggota Majelis Syura yang baru.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>15.00 &#8211; 15.30&nbsp;&nbsp; &nbsp; Shalat dan Istirahat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>15.30 &#8211; 16.30&nbsp; &nbsp;&nbsp; Sidang Pleno V<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Penetapan kriteria Ketua dan Anggota Formatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilihan Ketua dan Anggota Formatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelantikan Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid yang baru.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>16.30 &#8211; 17.00&nbsp;&nbsp; &nbsp; Upacara Penutupan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan Hasil-Hasil Musyawarah Jama\u2019ah.<\/li>\n\n\n\n<li>Sambutan dan Penutupan MJ-III oleh Ketua Umum Ta&#8217;mir Masjid.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><br><br><br><strong>TATA TERTIB MUSYAWARAH JAMA\u2019AH KE-3<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>TA\u2019MIR MASJID \u201cAL KAUTSAR\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><br><br><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>NAMA, WAKTU DAN TEMPAT<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 1. Nama<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forum ini dinamakan Musyawarah Jama\u2019ah ke-3 Ta\u2019Mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d tahun 2005. Selanjutnya disebut MJ-III.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 2. Waktu<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MJ-III dilaksanakan&nbsp; pada&nbsp; tanggal 25 Desember tahun 2005.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 3. Tempat<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MJ-III dilaksanakan di Kota Madani, Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>FUNGSI, DAN WEWENANG<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 4. Fungsi<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MJ-III sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d yang dilaksanakan tiap tiga tahun sekali berfungsi untuk :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Meminta pertanggungjawaban Pengurus Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d Periode 2001-2005.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan AD, ART dan Pedoman-Pedoman Organisasi Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan Program Kerja Pengurus Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan Struktur dan Bagan Organisasi Pengurus Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan Majlis Syura \u201cAl Kautsar\u201d Periode 2006-2010.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan Formatur dan Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d Periode 2006-2010.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 5. Wewenang<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MJ-III berwenang untuk :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuat&nbsp; dan&nbsp; mengesahkan&nbsp; ketetapan-ketetapan&nbsp; yang tidak&nbsp; dapat&nbsp; dibatalkan oleh&nbsp; institusi&nbsp; pengambilan keputusan di bawahnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran atas kesepakatan dalam MJ-III.<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih&nbsp; pimpinan sidang dari dan oleh peserta.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberi sangsi peserta yang melanggar Tata Tertib MJ-III.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengevaluasi hasil pelaksanaan amanah kepengurusan organisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengubah dan menetapkan konstitusi organisasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>KRITERIA, HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 6. Kriteria Peserta<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta&nbsp; MJ-III adalah :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Anggota Jama\u2019ah Masjid \u201cAl Kautsar\u201d Perumahan Griya Muslim, Madani.<\/li>\n\n\n\n<li>Undangan Khusus.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 7. Hak Peserta<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Anggota Jama\u2019ah Masjid \u201cAl Kautsar\u201d memiliki hak bicara dan hak suara.<\/li>\n\n\n\n<li>Anggota Jama\u2019ah Masjid \u201cAl Kautsar\u201d memiliki hak memilih dan dipilih.<\/li>\n\n\n\n<li>Undangan Khusus hanya memiliki hak bicara.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 8. Kewajiban Peserta<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hadir pada waktunya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mematuhi tata tertib yang berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengikuti seluruh acara.<\/li>\n\n\n\n<li>Meminta persetujuan pimpinan sidang apabila meninggalkan ruang&nbsp; sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Dilarang merokok dalam ruang sidang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB IV<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Q U O R U M<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 9. Quorum<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>MJ-III dinyatakan sah&nbsp; apabila&nbsp; dihadiri oleh&nbsp; setengah&nbsp; atau lebih dari jumlah&nbsp; peserta yang diundang.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila&nbsp; sampai waktunya tidak memenuhi quorum,&nbsp; maka MJ-III ditunda 1 x 15 menit.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila sampai pada waktunya masih&nbsp; belum mencapai quorum, maka MJ-III dinyatakan ditunda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB V<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>PERSIDANGAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 10. Persidangan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Persidangan&nbsp; dalam MJ-III adalah sidang pleno dan komisi<\/li>\n\n\n\n<li>Sidang pleno dihadiri oleh seluruh peserta MJ-III.<\/li>\n\n\n\n<li>Sidang komisi dihadiri oleh seluruh anggota komisi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB VI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>KESEPAKATAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 11. Bentuk Kesepakatan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketetapan MJ-III adalah&nbsp; kesepakatan&nbsp; yang&nbsp; memiliki&nbsp; kekuatan hukum mengikat ke dalam dan ke luar MJ-III.<\/li>\n\n\n\n<li>Keputusan MJ-III adalah&nbsp; kesepakatan&nbsp; yang&nbsp; memiliki kekuatan hukum mengikat ke dalam MJ-III.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 12. Pengambilan Keputusan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan diambil secara musyawarah mufakat,&nbsp; apabila tidak dapat dicapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak (<em>voting<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 13. Pemungutan Suara<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Setiap&nbsp; peserta yang berhak memiliki satu suara.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika&nbsp; dalam&nbsp; pemungutan suara dijumpai&nbsp; jumlah&nbsp; suara tertinggi sama, maka dilakukan pengulangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesepakatan hasil MJ-III didasarkan atas suara terbanyak dilandasi dengan keimanan, kebenaran, kebaikan dan kebijaksanaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua&nbsp; kesepakatan&nbsp; harus diterima&nbsp; dan&nbsp; dilaksanakan dengan&nbsp; ikhlash, tanggung jawab, sabar serta&nbsp; tawakkal kepada Allah <em>subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB VII<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>PIMPINAN MUSYAWARAH JAMA\u2019AH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>pasal 14. Pimpinan Musyawarah Jama\u2019ah<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; pimpinan&nbsp; MJ-III adalah pimpinan sidang pleno dan komisi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pimpinan sidang pleno dan komisi terdiri dari sekurang-kurangnya seorang ketua dan seorang sekretaris sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama &nbsp;pemilihan pimpinan sidang&nbsp; belum terlaksana, untuk sementara sidang&nbsp; dipimpin oleh pimpinan sidang sementara.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB VIII<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>ATURAN PEMILIHAN DAN TUGAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>PIMPINAN MUSYAWARAH JAMA\u2019AH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 15. Aturan Pemilihan Pimpinan Musyawarah Jama\u2019ah.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pimpinan&nbsp; MJ-III dipilih dari&nbsp; dan&nbsp; oleh peserta.<\/li>\n\n\n\n<li>Pimpinan MJ-III adalah peserta yang tidak sedang dimintai pertanggungjawaban dan mampu memimpin jalannya sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prosedur pemilihan:<\/li>\n\n\n\n<li>Tiap&nbsp; peserta MJ-III berhak&nbsp; mengajukan satu calon.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dianggap sah apabila didukung oleh&nbsp; sekurang-kurangnya tiga suara.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon ditanyai tentang kesediaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Bila&nbsp; pimpinan&nbsp; sidang&nbsp; sementara&nbsp; termasuk&nbsp;&nbsp; salah seorang&nbsp; calon,&nbsp; maka&nbsp;&nbsp; pimpinan&nbsp; sidang&nbsp; diserahkan kepada peserta yang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Pimpinan Sidang dipilih&nbsp; sekurang-kurangnya&nbsp; dua orang, dengan posisi Ketua dan Sekretaris Sidang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 16. Tugas Pimpinan Musyawarah Jama\u2019ah.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menetapkan pembagian kerja di antara pimpinan sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Memimpin persidangan sesuai dengan Tata Tertib MJ-III dan menyimpulkan pembahasan sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat surat keputusan dan surat ketetapan MJ-III.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga ketertiban sidang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB IX<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>MAJELIS SYURA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 17. Pemilihan Majelis Syura<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih Ketua, Sekretaris dan tiga orang Anggota Majelis Syura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 18. Kriteria Calon Majelis Syura<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Calon Majelis Syura dianggap sah bila memenuhi syarat-syarat&nbsp; sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Anggota Jama\u2019ah Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Bersedia dicalonkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Umur tidak kurang dari 25 tahun atau sudah menikah.<\/li>\n\n\n\n<li>Berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam, adil, bertaqwa, serius dalam kemaslahatan dan perjuangan umat serta jauh dari fanatisme kepentingan pribadi dan golongan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pengetahuan hukum dan syari\u2019at yang memadai serta pengalaman organisasi yang memungkinkannya melaksanakan tugas.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam keadaan dlarurat dapat ditentukan lain berdasarkan kesepakatan MJ-III.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 19. Prosedur Pemilihan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tiap&nbsp; peserta yang memiliki hak suara mengajukan satu calon Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dianggap sah bila didukung oleh sekurang-kurangnya tiga suara.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon sah ditanyai akan kesediaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Bila pimpinan&nbsp; sidang termasuk calon sah, maka kepemimpinannya digantikan oleh peserta yang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon kemudian ditetapkan secara musyawarah mufakat, apabila tidak memungkinkan&nbsp; dapat&nbsp; dilakukan dengan berdasarkan suara terbanyak (<em>voting<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dengan suara terbanyak pertama ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dengan suara terbanyak kedua ditetapkan sebagai Sekretaris Majelis Syura.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila jumlah calon tidak mencukupi, maka dapat dilakukan pemilihan secara bertahap yaitu pemilihan Ketua, Sekretaris dan kemudian diikuti pemilihan anggota Majelis Syura.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB X<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>FORMATUR<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 20. Pemilihan Formatur<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Memilih&nbsp; seorang Ketua Formatur sekaligus menjadi Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d periode tahun 2006 &#8211; 2010.<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih dua orang Anggota Formatur yang membantu Ketua Formatur dalam menyusun pengurus lengkap Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 21. Kriteria Calon Formatur<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Calon&nbsp; Formatur dianggap sah bila memenuhi syarat-syarat&nbsp; sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Anggota Jama\u2019ah Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Bersedia dicalonkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Umur tidak kurang dari 25 tahun atau sudah menikah.<\/li>\n\n\n\n<li>Berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam, adil, bertaqwa, serius dalam kemaslahatan dan persatuan umat serta jauh dari fanatisme kepentingan pribadi dan golongan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pengetahuan hukum dan syari\u2019at yang memadai serta pengalaman organisasi yang memungkinkannya melaksanakan tugas.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam keadaan dlarurat dapat ditentukan lain berdasarkan kesepakatan MJ-III.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 22. Prosedur Pemilihan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tiap&nbsp; peserta yang memiliki hak suara mengajukan satu calon formatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon&nbsp; dianggap&nbsp; sah&nbsp; bila&nbsp; didukung&nbsp; oleh&nbsp;&nbsp; sekurang-kurangnya tiga suara.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon&nbsp; sah&nbsp; ditanyai akan kesediaannya dan dibuka forum dialog.<\/li>\n\n\n\n<li>Bila&nbsp;&nbsp; pimpinan&nbsp; sidang&nbsp;&nbsp; termasuk calon&nbsp; sah,&nbsp; maka kepemimpinannya digantikan oleh peserta yang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon&nbsp;&nbsp; kemudian&nbsp; ditetapkan&nbsp; berdasarkan&nbsp;&nbsp; musyawarah mufakat,&nbsp; apabila tidak memungkinkan&nbsp; dapat&nbsp; dilakukan dengan berdasarkan atas suara terbanyak.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dengan suara terbanyak pertama ditetapkan sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon dengan suara terbanyak kedua dan ketiga ditetapkan sebagai Anggota Formatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila jumlah calon formatur tidak mencukupi, maka dapat dilakukan pemilihan secara bertahap yaitu pemilihan Ketua Formatur kemudian diikuti pemilihan Anggota Formatur.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB X<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>PEMILIHAN PENGURUS TA\u2019MIR MASJID \u201cAL KAUTSAR\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 23. Pemilihan Pengurus<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Formatur terpilih selanjutnya&nbsp; menyusun kepengurusan&nbsp; Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d dalam&nbsp; waktu 14&nbsp; hari&nbsp; setelah&nbsp; MJ-III.&nbsp; Hasil&nbsp; penyusunan&nbsp; selanjutnya&nbsp; disahkan&nbsp;&nbsp; Formatur dan dilanjutkan dengan pelantikan anggota pengurus Ta\u2019mir Masjid \u201cAl Kautsar\u201d oleh Ketua Umum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>BAB XI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>LAIN LAIN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pasal 24. Lain-lain<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Segala&nbsp; sesuatu yang&nbsp; belum&nbsp;&nbsp; diatur Tata Tertib MJ-III akan diputuskan oleh forum sidang.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketetapan ini berlaku sejak ditetapkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">___________________________<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Djamalul Abidin Ass.: \u201cKomunikasi dan Bahasa Da\u2019wah\u201d, Gema Insani Press, Jakarta, 1996.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr. Yusuf Al Qaradlawi: \u201cTuntunan Membangun Masjid\u201d, Cetakan Pertama,&nbsp; Gema Insani Press, Jakarta, 2000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Drs. Ahmad Yani: \u201cPanduan Memakmurkan Masjid\u201d, DEA Press-Khairu Ummah, Jakarta, 1998.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Drs. Jawahir Tanthowi: \u201cUnsur-Unsur Manajemen Menurut Ajaran Al Quraan\u201d, Cetakan Pertama,&nbsp; Pustaka Al Husna, Jakarta, 1983.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Endang Saefuddin Anshari, MA : &#8220;Wawasan&nbsp;&nbsp; Islam&nbsp; (Pokok-Pokok&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pikiran&nbsp; Tentang Islam Dan Umatnya)&#8221;, Edisi 2,&nbsp; CV&nbsp; Rajawali,&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jakarta, 1991.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ir. Siswanto: \u201cPanduan Pengelolaan Himpunan Jama\u2019ah Masjid\u201d, Pustaka Amani,&nbsp; Jakarta, 2002.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ir. Siswanto: \u201cPanduan Praktis Organisasi Remaja Masjid\u201d, Pustaka Al-Kautsar,&nbsp; Jakarta, 2005.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KODI DKI Jakarta: &#8220;Idarah Masjid (Managemen Masjid)&#8221;, Edisi 3, KODI DKI Jakarta, Jakarta, 1982.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayid&nbsp; Qutb&nbsp; :&nbsp;&nbsp; &#8220;Masyarakat&nbsp;&nbsp; Islam&#8221;, Edisi 3,&nbsp;&nbsp; PT.&nbsp; Al&nbsp; Ma&#8217;arif,&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bandung, 1983.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROSESI ACARA MUSYAWARAH JAMA\u2019AH Musyawarah&nbsp;&nbsp; Jama\u2019ah&nbsp; adalah&nbsp; merupakan&nbsp;&nbsp; forum&nbsp;&nbsp; pengambilan keputusan&nbsp; tertinggi Ta\u2019mir Masjid.&nbsp; Dimana seluruh&nbsp;&nbsp; kebijakan&nbsp; organisasi&nbsp; secara&nbsp;&nbsp; mendasar&nbsp;&nbsp; biasanya diputuskan&nbsp; dalam forum ini. Karena itu, acaranya perlu disusun&nbsp; sedemikian&nbsp; rupa agar dapat berjalan&nbsp; sebagaimana mestinya. Panitia Musyawarah Jama\u2019ah mengundang warga muslim di sekitar Masjid untuk bermusyawarah dan menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-materi-pelatihan-pedoman-aktivitas-takmir-masjid"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=276"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":285,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/276\/revisions\/285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}