{"id":57,"date":"2026-10-01T21:45:55","date_gmt":"2026-10-01T14:45:55","guid":{"rendered":"https:\/\/immasjid.com\/?p=57"},"modified":"2026-10-01T22:08:07","modified_gmt":"2026-10-01T15:08:07","slug":"fungsi-dan-peran-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immasjid.com\/?p=57","title":{"rendered":"FUNGSI DAN PERAN MASJID"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"401\" data-id=\"59\" src=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-59\" srcset=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-edited.png 1024w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-edited-300x117.png 300w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-edited-768x301.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid&nbsp; Allah ialah&nbsp; orang-orang yang beriman&nbsp; kepada&nbsp; Allah dan&nbsp; hari&nbsp; kemudian,&nbsp; serta&nbsp; tetap&nbsp; mendirikan shalat,&nbsp; menunaikan&nbsp; zakat&nbsp; dan&nbsp; tidak&nbsp;&nbsp; takut&nbsp; (kepada&nbsp; siapapun) selain kepada&nbsp; Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan&nbsp; orang-orang yang mendapat&nbsp; petunjuk.&#8221; (QS 9:18, At Taubah)<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGERTIAN MASJID<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid&nbsp; berarti tempat untuk bersujud. Secara&nbsp; terminologis diartikan sebagai tempat beribadah&nbsp; umat Islam,&nbsp; khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid&nbsp; sering disebut <em>Baitullah<\/em> (rumah Allah), yaitu&nbsp; bangunan yang didirikan sebagai&nbsp; sarana mengabdi kepada Allah. Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar,&nbsp; Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu <em>Masjid Quba<\/em> &nbsp;(QS 9:108, At Taubah).&nbsp; Setelah di MadinahRasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama\u2019ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan <em>Masjid Nabawi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjama\u2019ah. Kalau kita perhatikan, shalat berjama\u2019ah adalah merupakan salah satu ajaran Islam yang pokok, <em>sunnah<\/em> Nabi dalam pengertian <em>muhaditsin,<\/em> bukan <em>fuqaha,<\/em> yang bermakna perbuatan yang selalu dikerjakan beliau. Ajaran Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> tentang shalat berjama\u2019ah merupakan perintah yang benar-benar ditekankan kepada kaum muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abdullah Ibn Mas\u2019ud r.a. berkata: \u201cSaya melihat semua kami (para shahabat) menghadiri jama\u2019ah. Tiada yang ketinggalan menghadiri jama\u2019ah, selain dari orang-orang munafiq yang telah nyata kemunafiqannya, dan sungguhlah sekarang di bawa ke Masjid dipegang lengannya oleh dua orang, seorang sebelah kanan, seorang sebelah kiri, sehingga didirikannya ke dalam shaff.\u201d&nbsp; (HR: Al Jamaah selain Bukhory dan Turmudzy).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Umar r.a. berkata: \u201cBersabdalah Rasulullah s.a.w.: \u201cShalat berjama\u2019ah melebihi shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajad.\u201d&nbsp;&nbsp; (HR: Bukhory dan Muslim).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya, inti dari memakmurkan Masjid adalah menegakkan shalat berjama\u2019ah, yang merupakan salah satu syi\u2019ar Islam terbesar. Sementara yang lain adalah pengembangannya. Shalat berjama\u2019ah merupakan indikator utama keberhasilan kita dalam memakmurkan Masjid. Jadi keberhasilan dan kekurang-berhasilan kita dalam memakmurkan Masjid dapat diukur dengan seberapa jauh antusias umat dalam menegakkan shalat berjama\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun&nbsp; fungsi utamanya sebagai tempat menegakkan shalat,&nbsp; namun&nbsp; Masjid bukanlah&nbsp; hanya&nbsp; tempat&nbsp; untuk&nbsp; melaksanakan&nbsp; shalat&nbsp; saja. Di masa Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam,<\/em> selain dipergunakan untuk shalat, berdzikir dan beri&#8217;tikaf, Masjid bisa dipergunakan untuk kepentingan sosial.&nbsp; Misalnya,&nbsp; sebagai tempat belajar&nbsp; dan&nbsp; mengajarkan kebajikan (menuntut&nbsp;&nbsp; ilmu),&nbsp; merawat&nbsp;&nbsp; orang&nbsp;&nbsp; sakit, menyelesaikan hukum <em>li&#8217;an<\/em> dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada Masjid. Memang umat Islam tidak bisa terlepas dari Masjid. Disamping menjadi tempat beribadah, Masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat da\u2019wah dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak Masjid didirikan umat Islam, baik Masjid umum, Masjid Sekolah, Masjid Kantor, Masjid Kampus maupun yang lainnya. Masjid didirikan untuk memenuhi hajat umat, khususnya kebutuhan spiritual, guna mendekatkan diri kepada Pencipta-nya. Tunduk dan patuh mengabdi kepada Allah <em>subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>. Masjid menjadi tambatan hati, pelabuhan pengembaraan hidup dan energi kehidupan umat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Utsman Ibn \u2018Affan r.a. berkata: \u201cRasul s.a.w. bersabda: Barangsiapa mendirikan karena Allah suatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu di Syurga.\u201d&nbsp;&nbsp; (HR: Bukhori &amp; Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>BEBERAPA FUNGSI DAN PERAN MASJID<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid memiliki fungsi dan peran yang dominan dalam kehidupan umat Islam, beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. &nbsp; Sebagai tempat beribadah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuai dengan namanya Masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi Masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai dengan ajaran Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. &nbsp; Sebagai tempat menuntut ilmu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang merupakan <em>fardlu \u2018ain<\/em> bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. &nbsp; Sebagai tempat pembinaan jama\u2019ah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta\u2019mir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan da\u2019wah islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. &nbsp; Sebagai pusat da\u2019wah dan kebudayaan Islam.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da\u2019wah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da\u2019wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da\u2019wah dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. &nbsp; Sebagai pusat kaderisasi umat.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai tempat pembinaan jama\u2019ah dan kepemimpinan umat, Masjid memerlukan aktivis yang berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di Masjid sejak mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta\u2019mir Masjid beserta kegiatannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. &nbsp; Sebagai basis Kebangkitan Umat Islam.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam. Umat Islam yang sekian lama <em>tertidur<\/em> dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia berusaha untuk&nbsp; bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Setelah itu dicoba untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan riil umat. Menafasi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Proses islamisasi dalam segala aspek kehidupan secara arif bijaksana digulirkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umat Islam berusaha untuk bangkit. Kebangkitan ini memerlukan peran Masjid sebagai basis perjuangan. Kebangkitan berawal dari Masjid menuju masyarakat secara luas. Karena itu upaya aktualisasi fungsi dan peran Masjid pada abad lima belas Hijriyah adalah sangat mendesak (<em>urgent<\/em>) dilakukan umat Islam. <em>Back to basic, Back to Masjid<strong>.<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">AKTUALISASI FUNGSI DAN PERAN MASJID<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum pengelolaan Masjid kita masih memprihatinkan. Apa kiranya solusi yang bisa dicoba untuk ditawarkan dalam meng-aktualkan fungsi dan peran Masjid di era modern. Hal ini selayaknya perlu kita pikirkan bersama agar Masjid dapat menjadi sentraaktivitas kehidupan umat kembali sebagaimana telah ditauladankan oleh Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersama para sahabatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita perlu melakukan&nbsp; pemberdayaan Masjid&nbsp; dahulu sebelum mengoptimalkan fungsi dan perannya. Dalam pemberdayaan ini kita bisa menggunakan metode <em>Continuous Consolidation and Improvement for Mosque<\/em> &nbsp;(CCIM) atau <em>Penguatan dan Perbaikan Berkelanjutan untuk Masjid<\/em> .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CCIM adalah metode pemberdayaan Masjid dengan menata kembali organisasi Ta\u2019mir Masjid melalui pemanfaatan segenap potensi yang dimiliki diikuti dengan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Dalam metode ini kita dapat memanfaatkan metode-metode yang sudah dikenal dalam dunia management maupun mutu, seperti misalnya: Siklus PDCA, QC Tools, SAMIE, MMT, ISO 9000, Lima-R dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penguatan atau dalam istilah umum organisasi disebut konsolidasi (<em>concolidation<\/em>), adalah merupakan upaya menata sumber daya yang ada secara sistimatis dan terarah. Yang perlu dilakukan adalah meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Konsolidasi pemahaman Islam.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsolidasi lembaga organisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsolidasi program.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsolidasi jama\u2019ah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbaikan (<em>improvement<\/em>) diperlukan untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada jama\u2019ah. Beberapa cara yang cukup efektif dalam upaya perbaikan dapat diseleksi dan disesuaikan dengan kebutuhan, agar upaya perbaikan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan <em>(continuous improvement<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sambil melakukan konsolidasi dan perbaikan, aktivitas memakmurkan Masjid dan jama\u2019ahnya dilaksanakan sesuai dengan fungsi dan peran yang telah disebutkan di depan. Aktivitas disusun dengan melakukan perencanaan Program Kerja secara periodik dan diterjemahkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP) setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rencana yang telah ditetapkan selanjutnya ditindak lanjuti dengan melakukan koordinasi segenap sumber daya&nbsp; yang dimiliki dan dilaksanakan secara profesional. Aktivitas yang diselenggarakan dilaporkan, dievaluasi, distandardisasi dan dikaji untuk ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa sekarang Masjid semakin perlu untuk difungsikan, diperluas jangkauan aktivitas dan pelayanannya serta ditangani dengan organisasi dan management yang baik. Tegasnya, perlu tindakan meng-aktualkan fungsi dan peran Masjid dengan memberi warna dan nafas modern. Lokakarya idarah Masjid yang diselenggarakan&nbsp; di&nbsp; Jakarta oleh&nbsp; KODI DKI pada tanggal 9-10 November 1974 telah merumuskan pengertian istilah Masjid sebagai berikut: <em>&#8220;Masjid ialah tempat&nbsp; untuk beribadah kepada Allah semata dan sebagai&nbsp; pusat&nbsp; &nbsp;kebudayaan&nbsp;&nbsp; Islam&#8221;<\/em>. Pemahaman tersebut menunjukkan&nbsp; bahwa Masjid harus&nbsp;&nbsp; bebas&nbsp; dari&nbsp; aktivitas&nbsp; syirik&nbsp; dan harus dibersihkan&nbsp; dari&nbsp; semua kegiatan-kegiatan&nbsp; yang&nbsp; cenderung kepada kemusyrikan. Disamping itu kegiatan-kegiatan&nbsp; sosial yang&nbsp; dijiwai&nbsp; dan tidak bertentangan dengan&nbsp; ajaran&nbsp; Islam dapat diselenggarakan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"170\" data-id=\"61\" src=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Al-Jinn-18-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-61\" srcset=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Al-Jinn-18-edited.png 1024w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Al-Jinn-18-edited-300x50.png 300w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Al-Jinn-18-edited-768x128.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah<\/em>. (QS 72:18, Al Jin).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"400\" data-id=\"63\" src=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-1-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-63\" srcset=\"https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-1-edited.png 1024w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-1-edited-300x117.png 300w, https:\/\/immasjid.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/At-Taubah-18-1-edited-768x300.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.<\/em> (QS 9:18, At Taubah).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian Masjid sebagi tempat ibadah dan pusat kebudayaan Islam&nbsp; telah memberi&nbsp; warna&nbsp; tersendiri&nbsp; bagi umat Islam modern. Tidaklah mengherankan bila&nbsp; suatu saat, <em>insya Allah<\/em>, kita jumpai Masjid yang telah dikelola dengan baik, terawat kebersihan, kesehatan dan keindahannya. Terorganisir dengan&nbsp; management yang baik serta memiliki tempat-tempat pelayanan sosial seperti,&nbsp; poliklinik,&nbsp; Taman Pendidikan Al Quraan, sekolah, madrasah diniyah, majelis ta&#8217;lim dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid&nbsp; Allah ialah&nbsp; orang-orang yang beriman&nbsp; kepada&nbsp; Allah dan&nbsp; hari&nbsp; kemudian,&nbsp; serta&nbsp; tetap&nbsp; mendirikan shalat,&nbsp; menunaikan&nbsp; zakat&nbsp; dan&nbsp; tidak&nbsp;&nbsp; takut&nbsp; (kepada&nbsp; siapapun) selain kepada&nbsp; Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan&nbsp; orang-orang yang mendapat&nbsp; petunjuk.&#8221; (QS 9:18, At Taubah) PENGERTIAN MASJID Masjid&nbsp; berarti tempat untuk bersujud. Secara&nbsp; terminologis diartikan sebagai tempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-57","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57\/revisions\/70"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immasjid.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}