Instruktur Pelatihan Jama’ah Masjid

24 Oktober 2026 · Institut Manajemen Masjid

Dokumentasi IMMASJID

Pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Pengurus Ta’mir Masjid perlu didukung Instruktur  (instructor) atau pelatih (trainer) yang berkualitas dan memiliki komitmen Islam yang kuat. Para Instruktur, baik itu Pembicara atau Pemandu, adalah sosok yang sangat berperan besar dalam setiap penyelenggaraan pelatihan, karena sangat mempengaruhi proses belajar-mengajar di dalam forum tersebut. Di luar pelatihan, para Instruktur sering dianggap sebagai pemimpin informal dalam komunitas umat, tempat para jama’ah bertanya dan mendiskusikan masalah-masalah yang ingin mereka ketahui.

PENGERTIAN

Dokumentasi IMMASJID

Instruktur adalah seseorang yang bertugas melakukan pembinaan terhadap peserta dalam forum pelatihan. Pembinaan dilakukan dengan melakukan transfer pengetahuan dan nilai-nilai Islam dalam suasana yang kondusif dan penuh rasa tanggungjawab. Dalam sistim pelatihan jama’ah Masjid, Instruktur terdiiri dari:

  1. Instruktur Pembicara

    Adalah Instruktur yang menyampaikan materi pelatihan kepada para peserta secara langsung dengan metode penyampaian yang tertentu. Pembicara berusaha untuk melakukan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam serta berupaya memahamkannya kepada peserta sejelas-jelasnya.

    2. Instruktur Pemandu

    Adalah Instruktur yang memandu acara penyampaian materi pelatihan kepada para peserta serta melakukan pengaturan proses belajar-mengajar di dalam pelatihan tersebut. Pemandu berusaha untuk mengantarkan peserta guna memahami materi pelatihan yang akan, sedang dan telah disampaikan oleh Pembicara.

    Pada kenyataannya seorang Instruktur dapat berperan sebagai Pembicara maupun Pemandu pelatihan. Mereka dituntut untuk dapat memainkan peran tersebut secara profesional serta memiliki kualitas yang dapat diandalkan.

    AKTIVITAS DALAM PELATIHAN

    Beberapa aktivitas yang dilakukan Instruktur antara lain adalah:

    1. Menyiapkan makalah.
    2. Menyampaikan materi.
    3. Memahamkan peserta.
    4. Melakukan evaluasi.
    5. Mengatur jalannya pelatihan.
    6. Membuat dan menyampaikan laporan pelatihan.

    Secara spesifik, aktivitas mereka adalah:

    Instruktur Pembicara

    1. Mempersiapkan materi secara tertulis dalam bentuk makalah.
    2. Menyampaikan materi pelatihan sesuai temanya.
    3. Menjaga waktu penyampaian materi.
    4. Memberi kesempatan tanya jawab dan dialog.

    Instruktur Pemandu

    1. Menjaga ketertiban forum pelatihan.
    2. Mengarahkan peserta menuju moral Islam.
    3. Membimbing peserta memasuki tema materi yang akan disampaikan.
    4. Mempersilahkan dan mengakhiri Pembicara menyampaikan materi.
    5. Memberi kesempatan peserta untuk bertanya.
    6. Mengatur lalu lintas pembicaraan.
    7. Mengelola waktu pelatihan agar sesuai dengan jadwal.
    8. Melakukan evaluasi pelatihan.
    9. Melaporkan hasil-hasil pelatihan.

    SPESIALISASI INSTRUKTUR

    Pada dasarnya materi pelatihan yang disampaikan Instruktur dapat diklasifikasikan dalam materi keislaman, keilmuan, kemasjidan dan keterampilan. Pembagian ini tidak kaku, akan tetapi dapat membantu para Instruktur dalam mengambil spesialisasinya. Kita tahu, bahwa sangat sulit bagi seorang Instruktur untuk dapat menguasai seluruh materi pelatihan secara terperinci, karena itu perlu spesialisasi dalam penguasaan materi pelatihan.

    Spesialisasi dilakukan dengan mengambil satu atau beberapa materi yang mampu dikuasai oleh seorang Instruktur. Spesialisasi mendorong para instruktur untuk lebih profesional dalam menangani pelatihan, khususnya dalam penguasaan dan penyampaian materi pelatihan yang menjadi keahliannya.

    Diharapkan para Instruktur dapat berperan secara optimal sesuai latar belakang pendidikan dan keahliannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kajian dan pengembangan lintas disiplin pendidikan, sehingga tidak terbelenggu dalam formalitas yang kaku.

    KORPS INSTRUKTUR

    Para Instruktur disatukan dalam lembaga yang disebut Korps Instruktur. Lembaga ini beranggotakan para jama’ah  yang telah mengikuti Training of Trainers (TOT). Mereka disatukan persepsinya dan ditingkatkan kemampuannya dalam mengelola pelatihan yang diselenggarakan Pengurus Ta’mir Masjid. Beberapa aktivitas Korps Instruktur, antara lain:

    1. Membina para Instruktur dengan berbagai aktivitas pendukung sistim pelatihan.
    2. Melakukan pengkajian materi-materi pelatihan dan konstitusi organisasi Ta’mir Masjid.
    3. Menyamakan persepsi para instruktur dalam mengelola pelatihan.
    4. Memberi Surat Mandat kepada anggotanya untuk mengelola suatu pelatihan.

    PERAN INSTRUKTUR DALAM JAMA’AH

    Instruktur merupakan pribadi pilihan yang diharapkan mampu berperan dalam kehidupan organisasi, terutama sebagai guru (ustadz) dan pemimpin informal. Peran tersebut dapat direalisasikan di dalam maupun di luar pelatihan. Sebagai guru (ustadz), diharapkan Instruktur mampu memahami, mengimplementasikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam kepada para jama’ah. Mereka menjadi sosok tempat bertanya, figur panutan dan dianggap orang-orang yang memahami di bidang spesialisasinya. Karena itu, para Instruktur dituntut untuk mampu mendidik dirinya sendiri dan para jama’ah agar selalu berada di jalan yang lurus (shiratal mustaqim).

    Sebagai pemimpin informal, diharapkan Instruktur mampu berperan sebagaimana layaknya pemimpin, yang dalam bahasa orang bijak dikatakan: “di depan memberi contoh, di tengah mebangun kinerja dan di belakang memberi dukungan“. Mereka dituntut untuk mampu berperan aktif dalam memotivasi, menjaga ukhuwah islamiyah dan memberikan solusi dalam permasalahan-permasalahan yang dihadapi organisasi maupun jama’ah. Mereka juga diharapkan menjadi figur pelopor dalam menjaga nilai-nilai Islam serta dalam ber’amar ma’ruf nahi munkar.

    ETIKA INSTRUKTUR

    Sebagai aktivis Masjid yang berperan dalam pembinaan jama’ah melalui interaksi pelatihan, para instruktur dituntut memiliki etika yang menjadi norma baku. Etika ini menjadi code of conduct bagi mereka dalam berinteraksi dengan jama’ah, baik dalam mengelola pelatihan maupun dalam kehidupan berjama’ah, di antaranya:

    1. Mengelola pelatihan berdasarkan nilai-nilai syari’at Islam yang bersumber dari Al Quraan dan Al Hadits.
    2. Melaksanakan tugas dengan berpedoman konstitusi organisasi maupun petunjuk-petunjuk pelaksanaan organisasi Ta’mir Masjid lainnya.
    3. Melakukan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam dengan berorientasi pada kebenaran dan tetap menghormati peserta.
    4. Menjaga nama baik  dan mengikuti perkembangan organisasi Ta’mir Masjid.
    5. Meningkatkan kemampuan diri pribadi dan jama’ah.
    6. Senantiasa berusaha untuk meningkatkan iman, ilmu dan amal shalihnya.
    7. Bersikap terbuka terhadap nasehat untuk perbaikan diri dan agamanya.
    8. Berupaya menjalin silaturrahmi dan ukhuwah islamiyah di antara jama’ah dan umat Islam pada umumnya.
    9. Berusaha menjaga dan memperbaiki hablumminallah dan hablumminannas dengan baik.


    Catatan:
    Silahkan download Buku Serial Manajemen Masjid 03: “Kumpulan Materi Pelatihan Training Of Trainers (TOT) Takmir Masjid” di bagian / laman “DOWNLOAD” untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

    _______________________

    DAFTAR PUSTAKA

    Abbas As-Siisi: “Bagaimana Menyentuh Hati; Kiat-kiat Memikat Objek Da’wah”, Cetakan Keempat, Era Intermedia, Solo, 2001.

    Abul  A’la Maududi: “Dasar Dasar Islam”, Edisi  1,  Pustaka,  Bandung, 1984.

    Ali Syari’ati: “Ideologi Kaum Intelektual “,  Cetakan Kedua, Mizan, Bandung, 1985.

    Asep Syamsul M. Ramli: “Isu-Isu Dunia Islam”, Cetakan Pertama,  Dinamika, Yogyakarta, 1996.

    Dr. Abdul Hamid Al-Ghazali: “Pilar-Pilar Kebangkitan Umat”, Cetakan Kedua, Al I’tishom Cahaya Umat,  Jakarta, 2001.

    Dr. Hisham Yahya Altalib: “Panduan Latihan Bagi Gerakan Islam”, Cetakan Ketiga, Penerbit Media Da’wah,  Jakarta, 1999.

    Dr. Irwan Prayitno: “Kepribadian Muslim”, Cetakan Kedua, Pustaka Tarbiatuna,  Jakarta, 2003.

    Dr. Yusuf  Al Qaradlawi: “Pedoman Ideologi Islam”, Edisi 2,  Gema Risalah Press, Bandung, 1988.

    Jakarta, 2000.

    Endang Saefuddin Anshari, MA : “Wawasan   Islam  (Pokok-Pokok     Pikiran  Tentang Islam Dan Umatnya)”, Edisi 2,  CV  Rajawali,     Jakarta, 1991.

    Ir. Siswanto: “Panduan Pengelolaan Himpunan Jama’ah Masjid”, Pustaka Amani,  Jakarta, 2002.

    Ir. Siswanto: “Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid”, Pustaka Al-Kautsar,  Jakarta, 2005.

    Sayid  Qutb  :   “Masyarakat   Islam”, Edisi 3,   PT.  Al  Ma’arif,     Bandung, 1983.

    Ziauddin  Sardar  : “Rekayasa Masa Depan  Peradaban  Muslim”,     Edisi 1, Mizan, Bandung, 1986.

    Komentar

    Silakan berdiskusi dengan santun dan sesuai pembahasan.

    Tulis Komentar

    Alamat email Anda tidak dipublikasikan. Komentar pertama menunggu persetujuan pengelola.